Kamis, 24 November 2011

TREN DALAM AKUNTANSI


TREN DALAM AKUNTANSI

Tren Akuntansi

Mega Tren 2000-nya Naisbitt merefleksikan megatrend akuntansi akan menghadapi persoalan, yaitu :
  1. Perlunya keterpaduan akuntansi dengan bidang dan disiplin lainnya.
  2. Perlunya akuntansi memberikan pengukuran efisiensi dan produktivitas.
  3. Perlunya mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi yang lebih relevan.

Untuk mengantisipasi tren di atas maka Enthoven menganjurkan penyempurnaan infrastruktur akuntansi agar bisa memenuhi tuntutan tren tersebut, yaitu sebagai berikut :
  1. Penyempurnaan sistem pendidikan, pelatihan dan riset dalam bidang akuntansi.
  2. Struktur dan persyaratan sosio ekonomi dan budaya.
  3. Persyaratan legal, status dan persyaratan lainnya.
  4. Praktek profesi dan kelembagaan akuntansi.

Trend yang dibuat oleh Enthoven ini beranjak dari Megatrendnya Naisbitt yaitu :
  1. Dasar pemikiran orang akan beralih dari skup jangka pendek ke skup jangka panjang.
  2. Dunia akan bergerak dari ekonomi nasional ke ekonomi global.
  3. Ciri masyarakat kita akan beralih dari masyarakat industri ke masyarakat informasi.
  4. Struktur organisasi akan berubah dari yang bersifat hierarki dengan inti kekuasaan ke struktur organisasi yang bersifat jaringan atau net-working kekuasaan sudah tidak dikedepankan lagi.
  5. Pilihan semakin banyak sehingga masyarakat beralih dari dua pilihan ke pilihan banyak.
  6. Pertumbuhan ekonomi akan beralih dari dunia bagian utara ke bagian selatan.
  7. Keterlibatan politik masyarakat akan beralih dari demokrasi perwakilan ke demokrasi partisipasi.
  8. Dari bantuan institusi ke mandiri.
  9. Kemajuan teknologi akan beralih dari teknologi keras ke teknologi lunak.
  10. Kekuasaan akan beralih dari sentralisasi ke desentralisasi.

Beberapa Topik Baru Dalam Akuntansi

Perkembangan terakhir yang masih terus menjadi bahan riset dan pengembangan bidang akuntansi yang menjadi trend di antaranya adalah :

  1. Akuntansi internasional
  2. Akuntansi islam
  3. Akuntansi SDM
  4. Triple entry accounting system
  5. Employee reporting
  6. Value added reporting
  7. Akuntansi perilaku
  8. Multi disciplines paradigm
  9. Akuntansi dan pembangunan berkelanjutan
  10. Hipotesis pasar efisien
  11. Krisis akuntansi

Triple Entry Accounting System
Dalam model ini bukan saja transaksi yang mempengaruhi pos-pos pada sisi aktiva dan pasiva yang dilaporkan tetapi juga power yang menyebabkannya. Model ini sebenarnya merupakan upaya untuk menambah informasi kepada pembaca khususnya pihak manajemen dan para pengambil keputusan yang berkepentingan dengan laporan keuangan perusahaan.


Employee Reporting
Beberapa hal yang mendesak dilakukan employee reporting ini adalah :
  1. Tekanan semakin besar akan perlunya full disclosure.
  2. Praktek dan masalah yang berkaitan dengan hubungan perburuhan.
  3. Munculnya perdebatan tentang demokratisasi perusahaan.
  4. Perkembangan di negara lain akan perlunya informasi dimaksud.

Beberapa informasi penting yang diminta dilaporkan dalam employee reporting ini adalah :
  1. Jumlah pegawai
  2. Lokasi tempat kerja
  3. Umur kekayaan
  4. Jam kerja
  5. Biaya tenaga kerja
  6. Program pensiun
  7. Program jaminan social, kecelakaan kerja, kesehatan dan hari tua
  8. Pelatihan dan pendidikan
  9. Pengakuan terhadap serikat pekerja
  10. Daftar karyawan berdasarkan agama, suku, bangsa, kelamin
  11. Dan sebagainya

Value Added Reporting
Value Added Reporting (VAR) atau laporan pertambahan nilai berkaitan juga dengan akuntansi SDM dan pelaporan karyawan terutama dalam hal informasi yang disajikan.VAR ini masih belum diwajibkan ebagai laporan utama diberbagai negara, jadi masih dalam tahap wacana akademik. VAR ini sebenarnya menutupi kekurangan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan utama, neraca, laba rugi, arus kas. Karena semua laporan ini gagal memberikan informasi :
J   Total produktivitas dari perusahaan
J  Share dari setiap stakeholders yang ikut dalam proses manajemen yaitu : pemegang saham, kreditur, pegawai dan pemerintah
VAR berusaha untuk mengisi kekurangan ini ditambah dengan memberikan informasi tentang kompensasi yang diberikan kepada pegawai yang dapat digunakan baik oleh pegawai maupun mereka yang berkepentinagan lainnya terhadap informasi kegiatan SDM dan prestasi perusahaan.

Akuntansi Perilaku
Yang menjadi sorotan di Akuntansi Perilaku adalah dampak dari akuntansi terhadap perilaku orang yang membaca atau menyiapkanyya. Juga melihat reaksi manusia terhadap informasi akuntansi yang diberikan. Tiga bagian besar dari akuntansi perilaku adalah :
@  Pengaruh perilaku manusia terhadap desain, konstruksi, dan penggunaan sistem akuntansi.
@   Pengaruh system akuntansi terhadap perilaku manusia.
@ Metode untuk meramalkan dan strategi untuk mengubah perilaku manusia.
Ada empat determinan budaya yang bisa membedakan budaya satu dengan budaya lainnya,yaitu :
  1. Individualism,ada budaya yang tinggi perasaan individunya,juga ada yang justru kebersamaannya yang tinggi.
  2. Power distance, ada bangsa yang egaliter yang tidak memiliki kelas sama sekali namun ada bangsa yang memilki jarak antara satu individu dengan individu lainnya.
  3. Uncertainty avoidance, ada bangsa yang sangat menghindari ketidak pastian dan masyarakat yang selalu bersikap tidak menghindari ketidakpastian.
  4. Masculinity/feminity, ada masyarakat yang menganggap gendeer memilki peran dalam kehidupan sehari-hari.Ada masyarakat yang didominasi sifat-sifat maskulin ada yang didominasi sifat feminism.

Multi Disciplines Paradigm
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengakibatkan semakin munculnya paradigma baru yang pada akhirnya menimbulkan ketergantunagn dan keterkaitan yang semakin erat antara satu disiplin ilmu dengan ilmu lainnya. Fenomena ini juga melanda akuntansi. Oleh karena itu, perkembangan disiplin dan profesi akuntansi di tanah air jangan sampai lengah dan terlambat mengantisipasi perubahan ilmu dan teknologi yang demikian cepat.


Akuntansi dan Pembangunan Berkelanjutan
Akuntansi ini mencoba menjelaskan perlunya alat ukur untuk memudahkan para pengambil keputusan dalam memanage masalah pembangunan, lingkungan, dan aspek social ekonominya.

Hipotesis Pasar Eisien
Teori ini menyatakan bahwa pasar akan menyesuaikan diri dengan setiap informasi baru yang dikeluarkan mengenai saham.
Ada beberapa syarat untuk menciptakan pasar yang efisien, yaitu:

  1. Tidak ada biaya transaksi dalam perdagangan saham.
  2. Semua informasi tersedia secara Cuma-Cuma bagi semua peserta pasar.
  3. Semua sepakat terhadap implikasi informai saat ini terhadap harga sekarang dan distribusi harga masa yang akan dating dari tiap saham.

Krisis Akuntansi
Krisis akuntansi mungkin muncul dari :
  1. Profesi akuntansi
  2. Kecurangan dalam lingkungan akuntansi
  3. Menurunnya workload dalam proses akuntansi
  4. Iklim organisasi di kantor akuntan
  5. Problema produksi ilmu pengetahuan dalam akuntansi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar